Kini aku tak lagi bisa bermimpi
Aku takkan lagi bertemu pelangi
Mungkin bagiku kaulah pelangi itu
Yang selalu bersinar dan memberi warna di hidupku
Kau memang sahabatku
Sahabat yang selalu menemaniku
Menemaniku saat ku sedang terjatuh
Dan mendampingiku saat hatiku tengah penuh keluh
Tapi entah mengapa rasa ini mulai ada
Rasa sayang melebihi sahabat biasa
Rasa rindu bila engkau tak ada
Serta sakit bila engkau dengan yang lainnya
Sungguh aku tak tau perasaan apa ini sebenarnya
Mungkinkah aku jatuh cinta???
Jatuh cinta pada sahabatku yang setia
Ku tau rasa ini tak seharusnya ada
Tapi ku sungguh tak mampu berpura – pura
Berpura –pura menjadi sahabatmu yang setia
Dan mengabaikan semua perasaan yang ada
Tapi aku hanya wanita biasa
Yang ingin merasakan indahnya jatuh cinta
Jujur aku tak sanggup menepis semua rasa di dada
Namun aku akan lebih tak berdaya
Bila persahabatan yang telah ku bina
Tiba – tiba hancur begitu saja
Biarlah rasa ini tetap ada walau aku harus terluka untuk kesekian kalinya
Kini maafkanlah aku atas segala kesalahan ku yang dulu
Kesalahanku yang teranjur mencintaimu
Biarlah semua jadi kenangan
Kenangan indah yang tak dapat kulupakan
Karna selamanya hanya ada persahabatan diantara kita
Ayu Dewi Yulianti
Letih terapung menuai lelah
Terpaku menanti ajal
Telungkup gunung menjulang
Di tenggara padang senja
Hiasi bayang – bayang perahu karam
Seperti kisahaku yang tenggelam dalam samudra cintamu yang dalam
Kulukis wajahmu
Di pelataran rinduku yang biru
Ku cari sosokmu
Di lembar mimpi yang dingin
Namun kau tetap sama
Ingin segera ku akhiri
Penantian yang tak berakhir ini
Penantian yang tak berakhir ini
Ku titip bersama embun pagi
Persahabatan tulus dari hati
Ah. . . sulitnya untuk menanti
Kapan kau akan kembali
Ketika angin membelai lembut tubuhku
Dingin merasuk hingga tulang rusukku
Mawar pun kian murung dan layu
Menatapku yang hanyut dalam pilu
Pilu meratapi kisahku
Kisah pahit yang menghancurkan hatiku
Kau yang selalu dihatiku
Kau yang selama ini ku nanti
Disetiap mimpiku
Kau yang mampu menghapus
Setiap keluh kesahku
Dan kau yang terus
Menoreh luka di hatiku
Aku malu
Saat ku harus mengaku
Bahwa hanya kau
Yang ada di dalam hatiku
Rabu, 24 Desember 2008
Poems poems With Ayu Dewi Yulianti
Diposting oleh the bianglalaLabel: POEMS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar