Rabu, 24 Desember 2008

Resensi Buku Laskar Pelangi


Resensi Novel Laskar Pelangi

Judul : Laskar Pelangi
Jumlah halaman : 534 halaman
Penerbit : Bentang
Nama Tokoh : 1. Ikal atau Andrea Hirata
2. Lintang Samudra Basara
3. N.A.Sahara Aulia Basara
4. Mahar Ahlan
5. A Kiong atau Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
6. Syahdan Noor Aziz
7. Mukharam Kucai Khairani
8. Borek
9. Trapani Ihsan Jamari
10. Harun Ardhli Ramadhan
11. Bu Muslimah
12. Pak Harfan
13. Flo
14. A Ling

Karakteristik Tokoh :
1. Ikal atau Andrea Hirata : Ikal selalu mendapat peringkat kedua setelah Lintang, teman sebangkunya. Ia memiliki minat yang besar pada seni. Hal ini terlihat kesehariannnya yang senang menulis puisi. Ia jatuh cinta untuk yang pertama kalinya pada A Ling, yang ternyata adalah sepupu A Kiong, sahabatnya.

2. Lintang Samudra Basara : peringkat pertama di SD Muhammadiyah ini mempunyai minat yang besar pada ilmu. Begitu gigihnya ia untuk bersekolah hingga menempuh jarak 80 km sepiap hari hanya untuk ke sekolahpun tak masalah baginya, sekalipun pernah nyawanya hampir melayang karena buaya sebesar pohon kelapa tak mau beranjak dari tengah jalan. Namun saying pendidikannya harus berhenti karena ia harus bekerja menggantikan ayahnya yang meninggal dunia.

3. N.A.Sahara Aulia Basara : gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama, ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.

4. Mahar Ahlan : tampan, bertubuh kurus, memiliki bakat dan minat besar pada seni.

5. A Kiong atau Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman : Anak Hokian, pengikut sejati Mahar sejak kelas satu, berwajah buruk rupa namun ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.


6. Syahdan Noor Aziz : Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Saksi cinta pertama Ikal. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin... Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.


7. Mukharam Kucai Khairani : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi.

8. Borek : Selalu terobsesi dengan image ‘lalaki macho’ (seperti gambar Samson yang ia lihat pada kaleng bekas dekat sekolahnya.

9. Trapani Ihsan Jamari : Sangat mencintai ibunya, apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya.

10. Harun Ardhli Ramadhan : Memiliki keterbelakangan mental, namun ia cukup jenaka. Selalu bercerita kepda Sahara tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga, juga suka menanyakan kepada bu Muslimah kapan libur lebaran tiba.

11. Bu Muslimah : Merupakan Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Mempunyai sifat yang lembut dan merupakan pengajar pertama Laskar Pelangi.

12. Pak Harfan : Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah.


13. Flo : Seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya.

14. A Ling : Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. Ia merupakan gadis yang cantik dan tegas.




Nilai – Nilai Terkandung :
Nilai Sosial : Dalam novel ini Andrea begitu jelas mengungkapkan bahwa ia sangat mengagungkan persahabatan yang terjalin begitu saja sejak ia dan anggota Laskar Pelangi lainnya bersekolah di SD Muhammadiyah yang merupakan salah satu SD miskin di Belitong. Andrea Hirata mampu mendiskripsikan satu persatu sahabat – sahabatnya (anggota Laskar Pelangi), dan menunjukkan kepada pembaca bahwa mereka-anak – anak Belitong yang miskin- mempunyai kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh anak – anak lain yang di fasilitasi lengkap oleh orang tuanya.

Nilai Budaya : Novel Laskar Pelangi, secara tidak langsung menunjukkan bagaimana kebudayaan masyarakat Belitong pada saat itu. Dari novel ini dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang sangat mencolok dari masyarakatnya, yaitu penduduk miskin merasa malu bergaul dengan yang kaya, begitu pula sebaliknya, masyarakat dengan ekonomi kelas atas merasa risih jika harus bergaul dengan warga miskin. Bahkan disitu diceritakan bahwa dibangun tembok tinggi yang memisahkan antara penduduk kaya pejabat PN. Timah dengan warga biasa yang bukan merupakan petinggi PN. Timah. Dalam novel ini juga dapat diketahui bahwa mata pencaharian warga Belitong asli mayoritas adalah kuli PN. Timah dan nelayan.

Nilai Moral : Andrea Hirata mampu menunjukkan bahwa kekayaan adalah segalanya, meski segalanya butuh uang. Adalah mimpi dan usaha untuk membuatnya menjadi nyata.

Amanah : Dalam novel ini Andrea Hirata sangat menyayangkan bahwa anak segenius Lintang terpaksa berhenti sekolah untuk menafkahi keluarganya sejak ayahnya meninggal dan ia menjadi tulang punggung keluarganya. Dia begitu menegaskan bahwa pendidikan itu sangat penting.

Sinopsis :
Cerita ini dimulai ketika Sekolah Dasar Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Saat itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Dimulainya perseteruan antara A Kiong dan Sahara karena Sahara dengan sengaja menumpahkan air minum A Kiong. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi.
Pada saat karnaval 17 Agustus, terdapat sebuah kejahatan terencana oleh Mahar yang akhirnya SD Muhammadiyah mendapat penghargaan terbaik.
Lalu masih banyak lagi ulah – ulah unik lainnya, seperti ketika Ikal dalam sosokm ini-yaitu Andrea Hirata- jatuh cinta untuk yang pertama kali kepada A Ling, anak seorang pemilik toko kelontong “Sinar Harapan”. Dan ulah Flo, gadis yang pindah dari SD PN Timah dan memilih untuk bersekolah di SD Muhammadiyah. Semenjak ada Flo, hari – hari di SD Muhammadiyah selalu dihiasi oleh ulah – ulah jahilnya. Dan rasa ingin tahunya yang begitu besar kepada Tuk Bayan Tula, membuat ia dan Teman – Temannya berpetualang mengunjungi pulau Lanun. Dan itu hampir saja merenggut nyawa mereka.


_Rulliana_


0 komentar:

DhEbiangLala © 2008 Por *Templates para Você*