SARUNG TENUN TEGALAN SIAP “GO INTERNASIONAL”
Sekarang sudah bukan jamannya lagi mempertahankan rasa gengsi lantaran memakai produk asli Indonesia – seperti sarung tenun – hanya karena takut dianggap jadul (jaman dulu), ketinggalan jaman atau tidak mengikuti trend yang sedang in. Karena sebenarnya pikiran yang seperti itu adalah salah!! Bangsa lain yang katanya lebih gaul pun mengimpor sarung dari Indonesia. Dan ternyata, Tegal juga mengekspor sarung tenunnya ke negara lain, bahkan hingga ke negara – negara di Afrika dan Timur Tengah.
Apa itu sarung tenun Tegalan? Mungkin bangsa kita sendiri lebih sering menanyakannya ketimbang bangsa lain yang dikira tidak tahu apa – apa tentang sarung tenun Tegalan. Yah, karena memang kenyataannya pemuda – pemudi Indonesia kebanyakan lebih mengagungkan karya bangsa lain daripada bangsanya sendiri. Mereka lebih bangga memakai pakaian yang bermerk terkenal, apalagi dari luar negeri. Padahal, karya “sendiri” pun juga tak kalah membanggakan, bukan??
Sarung tenun Tegalan adalah sarung yang kainnya dihasilkan dengan cara ditenun oleh masyarakat Tegal dengan motif / corak khas Tegal.
Sarung tenun Tegalan sudah puluhan tahun dihasilkan. Hasilnya sudah banyak yang didistribusikan ke berbagai daerah, bahkan ke berbagai negara. Sebenarnya sarung tenun Tegalan mudah saja untuk dikenali, karena motif / coraknya yang khas ‘Tegalan’. Sarung tenun Tegalan pun mempunyai banyak koleksi warna, ada merah batu bata, hijau lumut, kuning, putih, d.l.l.
Sarung tenun Tegalan yang biasanya berbahan kain rayon yang biasanya diimpor dari Jepang dan RRC (Republik Rakyat Cina) ini mempunyai keistimewaan yang cukup unik. Ini cocok untuk segala cuaca. Jika menggunakan sarung tenun ini pada saat cuaca panas, maka sarung ini dapat membuat si pemakai merasa sejuk. Dan sebaliknya, jika menggunakan sarung tenun ini pada saat cuaca dingin, maka sarung ini dapat membuat si pemakai merasa hangat.
Nah, mengapa tak mencoba membuat pakaian segala cuaca dari bahan kain sarung tenun Tegalan saja? Bukankah lebih menghemat ketimbang membeli pakaian khusus musim panas dan pakaian khusus musim dingin?
Namun sayangnya, konsumen sarung tenun Tegalan di Indonesia ini kebanyakan dari orang tua ketimbang para pemuda. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda Indonesia telah kehilangan rasa Nasionalismenya.
Hey, bangsa lain pun mengakui keapikkan hasil karya bangsa Indonesia, bagaimana dengan kita? Masihkah kita malu menggunakan produk dalam negeri sendiri?
_RULLIANA P_
Rabu, 24 Desember 2008
SARUNG TENUN TEGALAN SIAP “GO INTERNASIONAL”
Diposting oleh the bianglalaLabel: Artikel
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar